Tanya: Bagaimana Pembayaran Iuran Peserta BPJS yang Kena PHK dari Perusahaan ?

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah suatu situasi yang umum terjadi di perusahaan-perusahaan. Mereka yang terkena PHK biasanya dipengaruhi oleh beberapa sebab, seperti habis kontrak, mengundurkan diri, dan kinerja yang tidak mendukung. Hal lain yang menyebabkan maraknya PHK yaitu karena perusahaan menginginkan tenaga-tenaga baru yang lebih kompeten dari sebelumnya. Oleh karena itu untuk menampung yang lainnya, tidak jarang perusahaan mengadakan pemutusan kerja secara besar-besaran. Namun demikian, perusahaan tetap memberikan pesangon dan bonus sebagai apresiasi atas kinerja yang telah dilakukan pegawai tersebut selama disana. Tetapi yang menjadi permasalahan utama adalah, bagaimana cara perusahaan untuk membayarkan gaji pegawai tersebut, sementara perusahaan sedang sibuk-sibuknya. Tentu pihak perusahaan akan memikirkan bagaimana pembayaran iuran peserta yang kena PHK dari perusahaan sehingga distribusi pembayaran pesangon tetap efektif. Tentu dengan efektifnya proses pembayaran pesangon, perusahaan tidak perlu pusing lagi memikirkan sistem pembayaran kepada mereka yang telah terkena PHK.


Cara Efektif Pembayaran Iuran Peserta Yang Kena PHK Dari Perusahaan


Banyak sekali cara efektif yang dapat membantu perusahaan dalam membayarkan pesangon kepada pegawai yang telah terkena PHK sebelumnya. Perusahaan dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk menjawab pertanyaan, bagaimana pembayaran iuran peserta yang kena PHK dari perusahaan. Beberapa cara ini dapat menjadi alternatif perusahaan untuk membayarkan pesangon kepada pegawai yang terkena PHK. Selain itu alternatif ini sangat cocok dilakukan apabila pihak perusahaan sedang dalam keadaan sibuk-sibuknya.

1. Transfer Bank

Hal ini bisa menjadi salah satu upaya alternatif yang dapat dilakukan perusahaan apabila sedang dalam keadaan sibuk. Apalagi banyak manajer perusahaan yang tidak sempat membayarkan secara langsung karena jadwal yang begitu padat. Proses transfer tidak harus pergi ke bank, cukup gunakan gadget untuk melakukan proses pembayaran melalui bank. Hal ini dapat dilakukan apabila pihak perusahaan dan peserta yang diberikan pesangon berada sangat jauh dan jaraknya tidak dapat dijangkau.

2. Mengadakan Pertemuan Sepihak Antara Pihak yang di PHK dengan Manajer Perusahaan

Setiap perusahaan pasti tidak bekerja selama satu minggu penuh, terkadang ada juga waktu libur. Pihak perusahaan dapat menggunakan waktu libur tersebut, untuk membagikan sisa pesangon terhadap pegawai yang telah di PHK. Hal ini tentu akan efektif, karena peserta tidak harus memikirkan lagi akan pengurangan pesangon, serta resiko manipulasi gaji. Tentu ini menjadi hal yang direkomendasikan, untuk menghilangkan keraguan peserta akan gaji yang tidak dibayarkan secara penuh.

3. Mengadakan Tatap Muka Secara Langsung dengan Pihak Perusahaan

Terkadang pembayaran gaji menggunakan sistem online akan menjadikan masyarakat semakin takut dan was-was terkait jumlah uang yang diterima. Untuk meminimalisir hal tersebut, upaya yang dapat dilakukan adalah mengadakan pertemuan langsung dengan pihak perusahaan. Dengan mengadakan pertemuan secara langsung, maka ketakutan peserta akan manipulasi iuran pesangon menjadi berkurang. Selain itu pihak perusahaan menjadi terbantu, karena selepas pembayaran iuran, peserta diharuskan menandatangani surat bahwa ia telah menerima uang pesangon. Dikatakan efektif karena untuk meminimalisir resiko peserta yang mengaku-ngaku pesangonnya belum dibayarkan, padahal perusahaan telah membayarkannya

4. Pembayaran Langsung Tunai Ketika Peserta Resmi di PHK

Maksud dari pembayaran langsung tunai yaitu perusahaan memberikan pesangon sesaat setelah pemberhentian kerja dari pegawai tersebut. Hal ini ditujukan agar pihak perusahaan dan pegawai sama-sama tidak merasa dirugikan. Dalam satu sisi perusahaan tidak harus repot mengatur jadwal, sedangkan disisi lain pegawai tidak perlu cemas, karena menerima pesangon langsung ditempat. Hal ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi tingkat resiko pembayaran yang telat atau tidak sesuai. Pembayaran secara langsung akan menjadikan pegawai lebih yakin, daripada pembayaran dengan sistem online yang tentu memiliki resiko kecurangan lebih besar.
Advertisement

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Advertisement