Cek Telebih Dahulu Selisih Biaya BPJS Kelas 1 ke VIP Agar Tidak Tombok Banyak!

Selisih biaya BPJS kelas 1 ke VIP - Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa peserta BPJS dapat memperoleh fasilitas ruang perawatan di rumah sakit sesuai dengan kelasnya. Sebagai contoh, peserta BPJS kelas 1 akan mendapatkan ruangan kelas 1 di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Karena beberapa hal seperti penuhnya ruangan rumah sakit terkadang menimbulkan keinginan peserta BPJS untuk naik kelas perawatan. 

Kenaikan kelas perawatan ini diperbolehkan bagi peserta BPJS kesehatan. Namun terdapat ketentuan mengenai kenaikan kelas tersebut, misal harus membayar selisih biaya INA-CBG (Indonesian Case Base Group). INA-CBG merupakan aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengetahui rincian biaya yang harus dibayarkan pasien oleh pemerintah. Jadi, dengan INA-CBG ini kita dapat mengetahui berapa sih porsi klaim yang dapat kita peroleh dari asuransi kita layaknya BPJS Kesehatan.


Ngomong-ngomong soal kenaikan kelas perawatan, salah satu kasus yang sering terjadi adalah munculnya keinginan peserta BPJS untuk naik kelas perawatan dari kelas 1 menjadi VIP. Boleh-boleh saja. Asal peserta BPJS kelas 1 tersebut sanggup membayar selisih biayanya. Namun awas, jangan sampai tombok banyak!

Nah, terkait hal tersebut, pada kesempatan ini, kami akan membagikan informasi mengenai selisih biaya BPJS kelas 1 ke VIP serta tips-tips agar selisih biaya BPJS kelas 1 ke VIP tersebut tidak terlalu membengkak.

Selisih Biaya BPJS Kelas 1 Ke VIP

Peserta kelas 1 BPJS dapat naik kelas perawatan menjadi VIP dengan membayar selisih biaya dari tarif INA-CBG, maksimal adalah 75% dari tarif INA-CBG kelas 1. Jadi, peserta BPJS harus membayar selisih antara INA-CBG kelas 1 dan tarif kelas VIP secara mandiri yang besarnya tergantung dari besarnya biaya yang diberikan BPJS untuk kelas 1 serta besarnya tarif kelas VIP di rumah sakit yang bersangkutan.

Contoh kasarnya, tarif INA-CBG kelas 1 di rumah sakit Harapan Jaya adalah Rp 3.000.000 untuk ruangan dan tindakan medis. Sedangkan biaya untuk ruang VIP adalah Rp 5.000.000. Sehingga selisih yang harus Anda bayarkan adalah Rp 5.000.000-Rp 3.000.000 yaitu Rp 2.000.000.

Meskipun demikian, pada banyak kasus perhitungan selisih tarif tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang muncul beberapa masalah seperti biaya INA-CBG yang dibayarkan oleh pihak BPJS tidak sesuai yang diharapkan karena beberapa analisis faktor yang dilakukan oleh pihak BPJS. Atau masalah lain yang justru menyebabkan biaya perawatan di ruang VIP semakin membengkak.

Tips Menyiasati Selisih Biaya BPJS Kelas 1 Ke VIP


Sebelum beralih ke VIP dari kelas 1, alangkah baiknya apabila Anda mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu agar biaya perawatan di rumah sakit tidak membengkak banyak. Adapun tips-tips yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Sebelum menandatangani surat pernyataan peralihan dari kelas 1 menjadi VIP, pahami terlebih dahulu agar tidak merasa dirugikan. 
  2. Tanyakan perhitungan biaya yang akan muncul. Jangan sampai di akhir malah muncul biaya yang tidak terduga. 
  3. Agar kantong tidak jebol, ikuti asuransi kesehatan kedua agar mendaptkan bantuan selisih pembayaran. Meskipun demikian, pastikan asuransi tersebut terpercaya sehingga Anda dapat mencairkan dananya. 
  4. Boleh pilih rumah sakit tipe C untuk penyakit-penyakit yang relatif ringan seprti diare, tifus dan demam berdarah sehingga Anda tidak nombok terlalu banyak. 
  5. Sedangkan untuk penyakit berat sepert jantung, stroke maupun komplikasi silahkan piih rumah sakit tipe A atau B karena paket yang dibayarkan BPJS lebih besar. 

Demikian diatas informasi yang bisa kami share mengenai selisih biaya BPJS kelas 1 ke VIP. Semoga bermanfat.
Advertisement

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Advertisement